Time past. People changed.
Kalau begitu, patutkah waktu yang disalahkan?
Kadang menganggap yang tersisa hanyalah penyesalan. Namun waktu tak sejahat itu. Ia juga meninggalkan pengalaman. Pengalaman yang membawa pelajaran.
Pernah ada yang bilang:
Kesalahan+
Kesalahan+
Kesalahan=
Pengalaman.
Waktu.
Sesuatu yang lebih tua dari umur kita. Gak sopan bila menyalahkannya, katanya.
Waktu.
Ketetapan yang terlalu valid untuk diotak-atik.
Waktu.
Sebagai pengukur. Sejauh mana kita telah melangkah, atau pergi.
Waktu.
Juga teman yang selalu ada, gak akan pernah pergi. Namun tak pernah sama, hanya berganti.
Waktu.
Meski lebih tua, dia gak tau apa-apa. Atau lebih tepatnya, gak mau tau apa-apa?
Terlalu egois? Atau terlalu polos?
Berkendara meninggalkan penumpang yang gak bisa menepati jadwal keberangkatan.
Itu waktu.
Menyedihkan saat menemukan dirimu adalah satu-satunya yang membahas tentang waktu.
Bagaimana dengan yang lainnya?
Hanya pikiranku satu yang terlintaskan oleh bayang-bayang mereka.
Ada yang pernah bilang:
Lo belum dewasa kalo belum kehilangan temen.
Kali ini, apa aku sudah dewasa?
Saat berusaha untuk mengembalikannya, ia tak akan pernah sama lagi.
Belajarlah untuk hidup. Untuk kehilangan.
Setidaknya, ada satu yang indah dari sebuah kehilangan;
Pernah memiliki.
-Kar-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar